Kamis, 27 Juli 2023

Ketahanan Asi Setelah Dihangatkan

Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya, termasuk protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Namun, seringkali para ibu harus menyimpan ASI dalam waktu yang lama dan menghangatkannya sebelum memberikannya pada bayi. Seberapa tahan ASI setelah dihangatkan?

ASI yang telah dihangatkan dapat bertahan selama 2 jam pada suhu kamar, 4 jam pada suhu ruangan dengan AC, dan 24 jam di dalam kulkas dengan suhu di bawah 4 derajat Celsius. Namun, penting untuk dicatat bahwa ASI yang telah dihangatkan hanya boleh digunakan satu kali dan tidak boleh disimpan kembali.

ASI yang telah dihangatkan selama 2 jam pada suhu kamar atau 4 jam pada suhu ruangan dengan AC masih dapat dikonsumsi oleh bayi tanpa mempengaruhi kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya. Namun, jika ASI yang telah dihangatkan telah disimpan dalam waktu yang lama atau suhu penyimpanan tidak sesuai, maka kualitas nutrisi di dalamnya dapat menurun dan berdampak pada kesehatan bayi.

Ketika ASI dipanaskan, beberapa nutrisi di dalamnya dapat hilang atau rusak. Kandungan enzim dan faktor imunoglobulin, yang merupakan bagian penting dari ASI untuk membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi, dapat menurun saat ASI dipanaskan. Namun, hal ini tidak berarti ASI yang telah dihangatkan tidak lagi bermanfaat bagi bayi. Meskipun beberapa nutrisi hilang, ASI yang telah dihangatkan tetap memberikan nutrisi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Untuk memaksimalkan kualitas nutrisi ASI setelah dihangatkan, ada beberapa tips yang dapat dilakukan. Pertama, pastikan ASI yang akan dihangatkan sudah bersih dan disimpan dengan benar sebelumnya. Kedua, gunakan metode yang benar saat menghangatkan ASI, misalnya dengan merendam botol ASI dalam air panas atau dengan menggunakan alat pemanas ASI yang khusus. Ketiga, pastikan suhu ASI yang dihangatkan sesuai dengan kebutuhan bayi dan gunakan segera setelah dihangatkan.

Ketahanan ASI setelah dihangatkan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk metode penghangatan, suhu dan waktu penyimpanan, serta kebersihan dan keamanan penyimpanan ASI sebelumnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu untuk memastikan bahwa ASI yang diberikan pada bayi adalah ASI yang berkualitas dan aman, baik sebelum atau setelah dihangatkan.